19 Amalan di Hari Jumat Sesuai Sunnah

Amalan Hari Jumat - Hari jumat adalah hari yang agung dan mulia dalam islam serta memiliki banyak sekali keutamaan didalamnya. hari jumat juga adalah hari dimana umat islam laki laki wajib melaksanakan ibadah sholat jumat sebagai pengganti shalat dhuhur. karena merupakan salah satu hari yang mulia an penuh berkah, maka akan sangat sayang sekali jika kita melewatkannya begitu saja tanpa melakukan amalan amalan tambahan pada hari jumat.

Disebutkan bahwa banyak sekali amalan amalan sunnah yang bisa dikerjakan pada hari jum'at sebagai tambahan amal ibadah kita semua. hal ini telah tercantum dan dijelaskan oleh Nabi Muhammad SAW dalam hadits hadistnya. jadi hari jumat jelas berbeda dengan hari lainnya, karena pada hari ini Rasulullah menganjurkan banyak sekali amalan amalan yang memiliki khasiat serta manfaat yang besar bagi yang mengamalkannya. beberapa diantaranya adalah dengan memperbanyak sholawat, dzikir dan membaca Al-Quran.

Dan untuk lebih jelasnya, simak berikut ini daftar 19 amalan di hari jumat sesuai sunnah Nabi Muhammad SAW untuk pria dan wanita. hal hal dan perkara sunnah dibawah ini sangat dianjurkan untuk dikerjakan agar jumat kita menjadi istimewa dan berkah . . .

amalan hari jumat

Amalan Hari Jumat


1. Mandi Sunnah Jumat


Melaksanakan mandi sunnah Jum’at dan hal itu disunnahkan hanya bagi mereka yang akan melaksanakan sholat Jum’at dan waktu mandinya masuk mulai terbitnya fajar sodik (waktu sholat subuh) dan akan keluar waktunya dengan salamnya imam dari sholat Jum’at, dan yang afdlol melakukan mandinya menjelang waktu keberangkatannya menuju kemasjid untuk melaksanakan sholat Jum’at. Dan jika bertentangan kepada seseorang antara dua hal yang sama-sama sunnah pada hari itu yaitu kalau dia mandi sunnah Jum’at dia tidak akan dapat berangkat Jum’at dari mulai pagi hari dan itu juga merupakan sunnah maka hendaknya didahulukan mandi walaupun akibatnya dia tidak dapat berangkat kemasjid dari mulai pagi karena supaya keluar dari khilaf ulama’ yang berpendapat bahwa mandi Jum’at itu hukumnya wajib dilakukan. 

2. Menggunakan Pakaian Terbaik


Berhias dengan berpakaian yang paling bagus dan yang berwarna putih lebih baik dari warna lain, begitu pula berhias dengan memakai gamis, imamah, rida’ dan lain-lain, apalagi bagi imamnya lebih dituntut untuk berpenampilan menarik lebih dari yang lainnya. 

3. Membersihkan Tubuh dan Badan


Melakukan bersih-bersih badan sebelumnya, seperti mencukur bulu kemaluan, bulu ketiak, meluruskan kumis dengan mencukur rapi, memotong kukunya jika sudah panjang serta menghilangkan bau mulutnya dengan bersiwakan dan lain-lain. 

4. Memakai Wewangian


Memakai minyak wangi, terutama menggunakan minyak misik jika dia mampu untuk membelinya, karena tambah mahal harga dari minyak wangi yang kita pakai tambah besar pula pahala yang akan kita dapatkan asalkan jika dilakukan untuk membesarkan syiar agama islam, dan sifat dari minyak laki adalah yang tidak tampak warnanya akan tetapi semerbak baunya, sedang-kan minyak perempuan sebaliknya yaitu yang tampak warnanya akan tetapi tidak semerbak baunya. 

5. Berangkat Sholat Jumat Lebih Awal


Berangkat kemasjid untuk melaksanakan sholat jum’at dari mulai pagi hari yaitu dimulai waktunya dari mulai terbitnya fajar sodik (masuk waktu sholat subuh). Kecuali bagi khotib dan imam maka tidak disunnahkan untuk pergi ke masjid dari mulai pagi hari akan tetapi dia pergi ke masjid ketika akan tiba waktunya untuk berkhutbah, sebagaimana hal itu dilakukan oleh Nabi SAW dan para khulafaur rosyidin RA.

Dan disunnahkan berangkat ke masjid semenjak pagi hari supaya mendapatkan keutamaan dari pekerjaan itu sebagaimana dijelaskan oleh Nabi SAW dalam hadits berikut ini.

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ “مَنْ اغْتَسَلَ يَوْمَ الْجُمْعَةِ غُسْلَ الْجَنَابَةِ ثُمَّ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الأُوْلَى فَكَأَنَّمَا قَرَبَ بَدَنَةً، وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الثَّانِيَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَبَ بَقَرَةً، وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الثَّالِثَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَبَ كَبْشًا أَقْرَن، فَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الرَّابِعَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَبَ دَجَّاجَةً، وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الْخَامِسَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَبَ بَيْضَةً” – رواه النسائي

Yang artinya : barang siapa mandi seperti mandi janabah pada hari Jum’at lalu berangkat menuju ke masjid untuk sholat pada jam pertama maka seakan dia telah berqurban dengan menyembelih seekor unta untuk Allah dan jika berangkat pada jam kedua seakan menyembelih seekor sapi, dan jika berangkat pada jam ketiga seakan menyembelih seekor kambing yang bertanduk dan jika dia berangkat pada jam keempat maka seakan dia menyembelih seekor ayam ,sedangkan bagi mereka yang berangkat pada jam kelima seakan berkurban dengan sebiji telor. (HR. Nasa’i).

Dan perlu diketahui bahwa menghitung jam pertama dan seterusnya yang tersebut dalam hadits diatas dimulai dari mulai terbitnya fajar sodik hingga adzan. 

6. Menuju Masjid Dengan Berdzikir


Menyibukan diri ketika berjalan menuju masjid dengan membaca berbagai macam dzikir, terutama dengan membaca doa ketika keluar dari rumah menuju kemasjid yaitu doa berikut ini:

اَللّهُمَّ اجْعَلْنِيْ مِنْ أَوْجَهِ مَنْ تَوَجَّهَ إِلَيْكَ وَأَقْرَبِ مَنْ تَقَرَّبَ إِلَيْكَ وَأَفْضَلِ مَنْ سَأَلَكَ وَرَغِبَ إِلَيْكَ

ALLAAHUMMAJ ‘ALNII MIN AUJAHI MAN TAWAJJAHA ILAIKA WA;AQROBI MAN TAQORROBA ILAIKA WA;AFDLOLI MAN SA;ALAKA WA ROGHIBA ILAIKA

Yang artinya. “ya Allah jadikanlah aku sebagai orang yang paling menghadap kepadaMu diantara mereka yang menghadap kepadaMu, dan yang paling dekat kepadaMu diantara mereka yang berusaha mendekat kepadaMu, dan jadikanlah aku sebagai orang yang terbaik dari mereka yang memohon kepadaMu dan mereka yang berusaha mendekat kepadaMu”. 

7. Membaca Surat Al Kahfi


Memperbanyak membaca surat Al-Kahfi, baik pada malam Jum’at juga pada hari Jum’atnya. Dan Paling sedikit dari memperbanyak membaca surat al kahfi dengan membacanya sebanyak tiga kali, akan tetapi kita juga akan mendapat pahalanya jika kita hanya membaca­nya sekali baik pada malam Jum’at atau pada hari Jum’atnya, karena keutamaan dari membacanya sangat besar sebagaimana dijelaskan dalam sabda Nabi SAW berikut ini:

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ “مَنْ قَرَأَ سُوْرَةَ الْكَهْفِ فِي يَوْمِ الْجُمْعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّوْرِ مَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ البَيْتِ العَتِيْقِ” _ رواه النسائي والبيهقي

Yang artinya : “barang siapa membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at maka Akan ditampakkan oleh Allah cahaya yang akan menerangi dari tempat dirinya berada hingga ka’bah (perumpamaan akan besarnya pahala bagi orang yang membacanya)”. (HR. An Nasa’i dan Baihaqi)
Banyak membaca salawat kepada Nabi SAW.

Dan Paling sedikitnya banyak membaca sholawat sehingga dia termasuk dari orang-orang yang memperbanyak membaca sholawat kepada Nabi SAW adalah sebanyak 300 kali, dengan segala macam bentuk salawat apapun akan tetapi lebih yang lebih afdlol adalah dengan membaca paling baiknya bentuk sholawat kepada Nabi SAW yaitu sholawat ibrahimiyah yang biasa kita baca setelah tasyahud akhir.

8. Banyak Membaca Sholawat Kepada Nabi SAW


Dan kesunnahan membaca salawat kepada nabi pada hari Jum’at sesuai dengan perintah Nabi SAW dalam haditsnya berikut ini:

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ “أَكْثِرُوْا مِنَ الصَّلاَةِ عَلَيَّ يَوْمَ الْجُمْعَةِ وَلَيْلَةَ الْجُمْعَةِ فَمَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلاَةً صَلَّى الله عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا” _ رواه البيهقي

Yang artinya: “perbanyaklah kalian membaca salawat kepadaku pada hari Jum’at dan pada malamnya, karena barang siapa membaca salawat kepadaku sekali maka Allah akan membalasnya sebanyak sepuluh kali”. (HR. Baihaqi) 

9. Diam Saat Mendengarkan Khutbah


Diam dan berusaha mendengarkan isi dari khutbah Jum’at, maka makruh hukumnya berbicara pada saat khutbah dilaksanakan walaupun karena sibuk dengan membaca dzikir apalagi karena berbicara dengan orang, kecuali jika kita berbicara didalam waktu-waktu dibawah ini maka hukumnya tidak makruh yaitu saat Sebelum khutbah, Antara dua khutbah dan Setelah selesainya khutbah kedua hingga melak-sanakan sholat jum’at.

Dan selain dari tiga waktu itu tersebut hukumnya berbicara adalah makruh kecuali kalau ingin memberi suatu peringatan yang tidak dapat digantikan dengan isyarat, begitu pula menjawab orang yang sedang bersin maka tidak apa-apa melakukannya bahkan hukumnya sunnah. 

10. Melaksanakan Sholat Sunnah Tahiyatul Masjid dan Qabliyah Jumat


Melaksanakan sholat sunnah tahiyatul masjid dan sunnah qobliyatul jum’at, dan jika imamnya masih belum naik ke atas mimbar maka disunnahkan untuk melaksanakan tahiyyatul masjid sebanyak empat rakaat dengan satu salam, membaca surat Al-Fatihah dan 50 kali dari surat al ikhlas pada setiap rakaatnya, lain halnya jika imam sudah naik ke atas mimbar maka dia disunnahkan hanya melaksanakan dua rakaat saja dan tidak boleh dilamakan alias harus dipercepat dan boleh niatnya dijadikan satu dengan niat sholat qabliyatul Jum’at. 

11. Tidak Melakukan Ihtiba'


Tidak melakukan ihtiba’, yaitu dengan cara kita duduk jongkok lalu kita selempangkan selendang atau yang lainnya untuk mengikat kedua kakinya dengan pinggang-nya sehingga kakinya akan tetap jongkok dan tidak berubah, karena hal itu akan menyebabkan mengantuk, kecuali bagi seseorang yang jika melakukannya akan lebih giat dan hilang ngantuknya maka tidak apa-apa bahkan itu yang afdlol baginya. 

12. Memperbanyak Doa


Memperbanyak membaca doa dan berusaha mendapatkan waktu ijabah pada hari itu, terutama berdoa untuk kepentingan akhirat kita dan berusaha mencari waktu ijabah itu karena jika kita berdoa pada hari jum’at dan bertepatan dengan waktu ijabah itu maka doa kita pasti akan dikabulkan oleh Allah sebagaimana dijelaskan oleh Nabi Sholallahu ‘Alaihi Wasallam, dan haditsnya berikut ini:

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ “إِنَّ فِي الْجُمْعَةِ سَاعَةً لاَ يَسْأَلُ الله الْعَبْدُ فِيْهَا شَيْئًا إِلاَّ أَتَاهُ الله إِيَّاهُ _ رواه مسلم وأبو داود

Yang artinya: Sesungguhnya pada hari jum’at terdapat suatu waktu di mana tidak meminta seorang hambapun kecuali akan dikabulkan semua permintaannya. (HR. Muslim dan Abu Daud)

Para ulama’ berbeda pendapat dalam waktu ijabah itu hingga terdapat sekitar 50 pendapat akan tetapi yang lebih kuat dari pendapat-pendapat tersebut adalah waktu itu terjadi dari mulai naiknya khotib di atas mimbar hingga imam itu selesai dari sholatnya dengan mengucapkan salam maka hendaknya kita berdoa antara dua waktu itu asalkan tidak mengganggu orang lain dengan doa kita dan hal itu tidak mencegahnya dari mendengarkan khutbah jum’at karena itulah yang sunnah baginya.

Sedangkan hikmah tidak dijelaskan kapan waktu ijabah tersebut agar kita rajin dalam mencari waktu tersebut sepanjang hari bukan hanya pada waktu ijabah itu saja. 

13. Membaca Doa Setelah Sholat Jumat (Musabbiat)


Membaca musabbiat setelah selesai melaksanakan sholat jum’at, dan sebelum merubah letak duduknya setelah selesai salam dan sebelum berbicara, dan yang dimaksud dengan musabbiat disini adalah membaca surat Al-Fatihah 7×, surat Al-Ikhlas 7×, surat Al-Falaq 7×, surat An-Naas 7×, oleh karena semuanya dibaca sebanyak 7 kali maka dinamakanlah hal ini musabbiat dan setelah selesai membaca musabbiat tersebut diakhiri dengan doa dibawah ini:

اَللّهُمَّ يَاغَنِيُّ يَاحَمِيْدُ يَامُبْدِئُ يَامُعِيْدُ يَارَحِيْمُ يَاوَدُوْدُ أَغْنِنِيْ بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَبِطَاعَتِكَ عَنْ مَعْصِيَتِكَ وَبِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ ×4

ALLAAHUMMA YAA GHONIYYU YAA HAMIIDU YAA MUBDI;U YA MU’IIDU YA ROHIIMU YA WADUUDU AGHNINII BIHALAALIKA ‘AN HAROOMIKA WA BITOO’ATIKA ‘AN MA’SHIYATIKA WABIFADL;LIKA ‘AMMAN SIWAAKA x4

Ya Allah wahai Dzat yang Maha kaya dan Maha mulya Dzat yang menciptakan sesuatu dari awal dan Dzat yang mengembalikannya, ya Allah wahai Dzat yang Maha pengasih lagi Maha penyayang berikanlah aku kekayaan dari rizkiMu yang halal sehingga aku terhindar dari rizki yang harom dan gampangkanlah aku melakukan ketaatanMu sehingga aku menjauhi hal-hal yang Engkau haromkan, dan jadikanlah kami hanya mengharap karuniaMu sehingga aku terhindar dari mengharap karunia dari selain Engkau.

Diriwayatkan bahwasanya barang siapa yang selalu dan kontinyu membaca musabbiat tersebut lalu diikuti dengan doa tersebut sebanyak 4 kali, maka Allah akan menjadi-kannya orang yang kaya dan akan diberikan rizki dengan rizki yang tidak terduga sebelumnya dan akan diampuni segala dosanya serta akan dijaga dunianya, agamanya serta keluarga, anak dan istrinya sebagaimana disebutkan didalam kitab Assyarqowi. 

14. Membaca Doa Keluar Dari Masjid


Ketika keluar dari masjid membaca doa sebagai berikut:

اَللّهُمَّ إِنِّيْ أَجَبْتُ دَعْوَتَكَ، وَحَضَرْتُ جُمْعَتَكَ وَصَلَّيْتُ فَرِيْضَتَكَ وَانْتَشَرْتُ كَمَا أَمَرْتَنِيْ فَارْزُقْنِيْ مِنْ وَاسِعِ فَضْلِكَ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّازِقِيْنَ

ALLAAHUMMA INNII AJABTU DA’WATAKA WAHADLORTU JUM’ATAKA WA SHOLLAITU FARIIDLOTAKA WANTASYARTU KAMAA AMARTANII FARZUQNII MIN WAASI’I FADLIKA WA ANTA KHOIRUR ROOZIQIIN

Ya Allah aku telah memenuhi panggilanMu dan aku telah menghadiri Jum’atMu dan aku telah melaksanakan kewajiban sholat Jum’atMu dan aku sekarang pergi untuk mencari rizki seperti yang telah Engkau perintahkan aku maka berilah aku rizki dari keutamaanMu yang sangat luas dan Engkau adalah Dzat sebaik-baik pemberi rizki. 

15. Melaksanakan Sholat Subuh Dengan Berjamaah


Melaksanakan sholat subuh pada hari Jum’at dengan cara berjama’ah karena sholat subuh pada hari jum’at dengan cara berjama’ah adalah paling afdlolnya sholat jama’ah lima waktu. 

16. Ziarah Kubur


Ziarah kubur, pada malam atau hari jum’at terutama kuburan orang tua kita untuk mendoakan mereka dan mengambil pelajaran dengan bertafakkur dengan meng-ingat kematian. 

17. Melaksanakan Sholat Tasbih


Melaksanakan sholat tasbih, baik pada malam atau hari jum’at karena sangat besar keutamaannya, diantaranya adalah dengan kita melakukannya akan diampuni segala macam dosa kita dan lain-lain, dan pekerjaan seperti itu lebih pantas untuk dilakukan pada hari Jum’at, karena hari itu adalah hari ibadah. 

18. Tidak melangkahi bahu orang ketika mencari shof


Tidak melangkahi bahu orang ketika mencari shof, kecuali jika kita mendapatkan tempat yang kosong dan tidak ada tempat lainnya kecuali tempat tersebut, maka sunnah untuk mengisi tempat yang kosong itu tapi dengan menghindari melakukannya dengan cara melang­kahi bahu orang tersebut jika hal itu dapat dilakukan karena hal itu akan sangat mengganggu orang tersebut sebagaimana sabda Nabi Sholallahu ‘Alaihi Wasallam :

إِنَّ رَسُوْلَ اللهِ رَأَى رَجُلاً يَتَخَطَّى رِقَابَ النَّاسِ فَقَالَ لَهُ اِجْلِسْ فَقَدْ أَذَيْتَ وَأَنَيْتَ _ رواه أحمد

Yang artinya : bahwasanya Nabi Sholallohu ‘Alaihi Wasallam melihat seseorang yang melangkahi bahu-bahu orang, maka Rasulallah Sholallohu ‘Alaihi Wasallam berkata kepadanya duduklah kamu, kamu sudah terlambat, mengganggu orang lagi. (HR. Ahmad)

Lain halnya jika tidak sampai melangkahi bahu orang maka tidak makruh bahkan sunnah melakukannya jika untuk mendapatkan tempat yang kosong.

19. Berangkat Sholat Jumat Dengan Tenang


Berjalan menuju masjid dengan tenang tidak terburu-buru, kecuali jika dihawatirkan akan ketinggalan sholat Jum’at maka wajib berjalan dengan cepat atau berlari untuk mendapatkannya. 

Sekian artikel tentang 19 Amalan di Hari Jumat Sesuai Sunnah kali ini. kumpulan amalan amalan istimewa diatas seyogyanya kita kerjakan sebagai tambahan pahala karena mengerjakannya memiliki keutamaan yang besar bagi kita. semoga bermanfaat dan kita dimudahkan serta istiqomah dalam menjalankan sunnah Rasulullah SAW. wallahu a'lam.

sumber : http://alhabibsegafbaharun.com

Kumpulan Hadits Nabi Tentang Akhlak Lengkap

Hadits Tentang Akhlak - Sebagai seorang muslim yang beriman dan bertaqwa kepada ALLAH SWT. tentu kita harus selalu menjaga sikap, etika dan akhlak kita kepada siapapun dan dimanapun agar setiap gerak gerik kita selalu diridhoi oleh ALLAH SWT. wajib bagi seorang muslim berakhlak yang baik dalam sepanjang hidupnya, karena selain diwajibkan untuk taat dan beribadah menyembah kepada ALLAH SWT, kita juga wajib berbuat terpuji kepada sesama manusia dengan menyempurnakan akhlak kita.

Contoh terbaik dalam masalah akhlak tentu saja Nabi kita semua Rasulullah Muhammad SAW. beliaulah makhluk dengan akhlak terbaik yang harus kita teladani. banyak dalil dalil yang menjelaskan akan ketinggian dan kesempurnaan ahklak Nabi Muhammad SAW baik ayat ayat Al Quran maupun dalam hadist. dengan begitu kita sebagai umatnya haruslah mengikuti beliau karena pahala dan balasan yang dijanjikan oleh ALLAH SWT kepada orang orang yang berakhlakul karimah sangatlah besar.

Sebagaimana kita jelaskan bahwa mengenai permasalahan akhlak ini banyak sekali dibahas dalam Al-Quran dan hadits Nabi SAW. maka dari itu haruslah kita pelajari untuk selanjutnya kita terapkan dalam kehidupan sehari hari agar akhlak kita menjadi baik dan mulia terutama dimata ALLAH SWT. akhlak baik dan terpuji haruslah kita terapkan dalam segala lini kehidupan terutama dalam sosial pergaulan kita sesama manusia baik dalam rumah tangga, dengan tetangga serta dengan siapapun. wajib pula bagi kita seorang muslim untuk menjauhi dan menghindari akhlak tercela yang tidak baik seperti sombong, iri, dengki, pemarah, suka berbohong dan lain sebagainya.

Baca Juga : 19 Amalan di Hari Jumat Sesuai Sunnah

Untuk lebih memperjelas lagi bagaimana pentingya menjaga akhlak yang baik, berikut ini daftar kumpulan hadits Nabi tentang akhlak lengkap dalam versi teks/tulisan arab beserta arti/terjemahan bahasa indonesianya . . .

hadits tentang akhlak

Hadits Tentang Akhlak


إِنَّمَا بُعِثْتُ ِلأُتَمِّمَ صَالِحَ اْلأَخْلاَقِ.

“Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang baik. (HR. Ahmad)

قال رسولُ اللهِ -صلى الله عليه وسلم- : "إِنَّ لِكُلِّ دِيْنِ خُلُقًا وَخُلُقُ الإسلامَ الْحَيَاءُ

Dari Anas -semoga Allah meridhoinya- dia berkata : Nabi -shalallahu 'alaihi wa sallam- bersabda : "Sesungguhnya setiap agama memiliki akhlak, dan akhlak Islami adalah rasa malu." (HR. Ibnu Majah)

إِنَّ اللهَ كَرِيْمٌ يُحِبُّ الْكَرَمَ وَمَعَالِيَ اْلأَخْلاَقِ وَيُبْغِضُ سِفْسَافَهَا

“Sesungguhnya Allah Maha Pemurah menyukai kedermawanan dan akhlak yang mulia serta membenci akhlak yang rendah/hina. (HR. Bukhori, HR Muslim)

 إنَّ مِنْ خِيَارِكُمْ أَحْسَنَكُمْ أَخْلاَقًا

Sesungguhnya yang terbaik di antara kalian adalah yang terbaik akhlaknya. (HR. Ahmad)

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا وَخِيَارُكُمْ خِيَارُكُمْ لِنِسَائِهِمْ خُلُقًا (الترمذى

“Orang mukmin yang paling sempurna keimanannya adalah ia yang memiliki akhlak terbaik. Yang terbaik di antara kalian adalah yang terbaik akhlaknya kepada pasangannya.” (Hadits riwayat Tirmidzi)

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ الْمُؤْمِنَ يُدْرِكُ بِحُسْنِ خُلُقِهِ دَرَجَاتِ قَائِمِ اللَّيْلِ صَائِمِ النَّهَارِ (مسند أحمد

‘Aisyah – semoga Allah meridhainya – berkata, “Aku mendengar Nabi – shallallaahu ‘alaihi wassalaam – berkata, sungguh orang-orang yang beriman dengan akhlak baik mereka bisa mencapai (menyamai) derajat mereka yang menghabiskan seluruh malamnya dalam sholat dan seluruh siangnya dengan berpuasa.” [Musnad Imam Ahmad]

عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ قَالَ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَا مِنْ شَيْءٍ يُوضَعُ فِي الْمِيزَانِ أَثْقَلُ مِنْ حُسْنِ الْخُلُقِ وَإِنَّ صَاحِبَ حُسْنِ الْخُلُقِ لَيَبْلُغُ بِهِ دَرَجَةَ صَاحِبِ الصَّوْمِ وَالصَّلَاةِ (الترمذي

Abu Darda’ meriwayatkan: Aku mendengar Nabi Muhammad saw berkata, “Tak ada yang lebih berat pada timbangan (Mizan, di hari Pembalasan) dari pada akhlak yang baik. Sungguh, orang yang berakhlak baik akan mencapai derajat orang yang berpuasa dan sholat.” (Hadits riwayat al-Tirmidzi)

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ وَالْمُهَاجِرُ مَنْ هَجَرَ مَا نَهَى اللَّهُ عَنْهُ )البخاري

“Orang muslim yang baik adalah yang muslim lainnya aman dari ganguan ucapan dan tangannya, dan orang yang Hijrah (tergolong kelompok Muhajirin) adalah yang meninggalkan apa-apa yang dilarang Allah.” (Hadits riwayat Bukhari)

إِنَّ الرِّفْقَ لَا يَكُونُ فِي شَيْءٍ إِلَّا زَانَهُ وَلَا يُنْزَعُ مِنْ شَيْءٍ إِلَّا شَانَهُ

“Sesungguhnya kelembutan itu tidak berada pada sesuatu kecuali menghiasinya dan tidak dicabut dari sesuatu kecuali memperburuknya.” (HR. Muslim).

أَنَا زَعِيمٌ بِبَيْتٍ فِي رَبَضِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْمِرَاءَ وَإِنْ كَانَ مُحِقًّا وَبِبَيْتٍ فِي وَسَطِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْكَذِبَ وَإِنْ كَانَ مَازِحًا وَبِبَيْتٍ فِي أَعْلَى الْجَنَّةِ لِمَنْ حَسَّنَ خُلُقَهُ

“Aku adalah penjamin sebuah rumah di sekitar taman (surga) bagi seseorang yang meninggalkan perdebatan walaupun ia benar, penjamin rumah di tengah surga bagi orang yang meninggalkan dusta walaupun ia bercanda, juga menjadi penjamin sebuah rumah di surga paling atas bagi orang yang memiliki husnul khuluq.” (HR. Abu Dawud).

أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِمَنْ يَحْرُمُ عَلَى النَّارِ أَوْ بِمَنْ تَحْرُمُ عَلَيْهِ النَّارُ عَلَى كُلِّ قَرِيبٍ هَيِّنٍ سَهْلٍ

“Maukah kalian aku beritahu tentang orang yang diharamkan masuk neraka atau neraka diharamkan terhadap setiap orang yang gampang dekat, lembut perangai, dan mudah.” (HR. Tirmidzi)

كاَنَ خُلُقُهُ الْقُرْآنَ

“Akhlak Rasulullah adalah al-Qur’an.” (HR. Muslim)

إِنَّ اللهَ كَرِيْمٌ يُحِبُّ الْكَرَمَ وَمَعَالِيَ اْلأَخْلاَقِ وَيُبْغِضُ سِفْسَافَهَا

“Sesungguhnya Allah Maha Pemurah menyukai kedermawanan dan akhlak yang mulia serta membenci akhlak yang rendah/hina.” [HR. Al-Hakim].

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْإِيمَانُ بِضْعٌ وَسَبْعُونَ أَوْ بِضْعٌ وَسِتُّونَ شُعْبَةً فَأَفْضَلُهَا قَوْلُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَدْنَاهَا إِمَاطَةُ الْأَذَى عَنْ الطَّرِيقِ وَالْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنْ الْإِيمَانِ (مسلم

“Iman itu lebih dari 70 atau 60 cabang, cabang iman tertinggi adalah mengucapkan ‘La ilaha illallah’, dan yang terendah adalah membuang gangguan dari jalan, dan rasa malu merupakan sebagian dari iman.” (Hadits riwayat Muslim)

إِنَّ الْمُؤْمِنَ لَيُدْرِكُ بِحُسْنِ خُلُقِهِ دَرَجَةَ الصَّائِمِ الْقَائِمِ

“Sesungguhnya seorang mukmin akan mendapatkan kedudukan ahli puasa dan shalat dengan ahlak baiknya.” (HR. Abu Daud)

حَدَّثَنَا قَتَادَةُ عَنْ أَنَسٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ (البخاري

“Tidaklah seorang diantara kalian dikatakan beriman hingga ia mencintai untuk saudaranya apa-apa yang ia sukai untuk dirinya sendiri.” (Hadits riwayat Bukhari)

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ لَا يَأْمَنُ جَارُهُ بَوَائِقَهُ (مسلم

“Tidak akan masuk surga orang yang tetangganya tidak aman dari gangguannya.” (Hadist riwayat Muslim)

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ حَبِيبِ بْنِ أَبِي ثَابِتٍ عَنْ مَيْمُونِ بْنِ أَبِي شَبِيبٍ عَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَ
قَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اتَّقِ اللَّهِ حَيْثُمَا كُنْتَ وَأَتْبِعْ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ
قَالَ وَفِي الْبَاب عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ حَدَّثَنَا مَحْمُودُ بْنُ غَيْلَانَ حَدَّثَنَا أَبُو أَحْمَدَ وَأَبُو نُعَيْمٍ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ حَبِيبٍ بِهَذَا الْإِسْنَادِ نَحْوَهُ قَالَ مَحْمُودٌ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ حَبِيبِ بْنِ أَبِي ثَابِتٍ عَنْ مَيْمُونِ بْنِ أَبِي شَبِيبٍ عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَحْوَهُ قَالَ مَحْمُودٌ وَالصَّحِيحُ حَدِيثُ أَبِي ذَرٍّ

Dari Abu Dzar ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah bersabda kepadaku: "Bertakwalah kamu kepada Allah dimana saja kamu berada dan ikutilah setiap keburukan dengan kebaikan yang dapat menghapuskannya, serta pergauilah manusia dengan akhlak yang baik." (Sunan Tirmidzi)

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ الْحَسَنِ بْنِ خِرَاشٍ الْبَغْدَادِيُّ حَدَّثَنَا حَبَّانُ بْنُ هِلَالٍ حَدَّثَنَا مُبَارَكُ بْنُ فَضَالَةَ حَدَّثَنِي عَبْدُ رَبِّهِ بْنُ سَعِيدٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ الْمُنْكَدِرِ عَنْ جَابِرٍ
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ مِنْ أَحَبِّكُمْ إِلَيَّ وَأَقْرَبِكُمْ مِنِّي مَجْلِسًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَحَاسِنَكُمْ أَخْلَاقًا وَإِنَّ أَبْغَضَكُمْ إِلَيَّ وَأَبْعَدَكُمْ مِنِّي مَجْلِسًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ الثَّرْثَارُونَ وَالْمُتَشَدِّقُونَ وَالْمُتَفَيْهِقُونَ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ قَدْ عَلِمْنَا الثَّرْثَارُونَ وَالْمُتَشَدِّقُونَ فَمَا الْمُتَفَيْهِقُونَ قَالَ الْمُتَكَبِّرُونَ
قَالَ أَبُو عِيسَى وَفِي الْبَاب عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ وَهَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ مِنْ هَذَا الْوَجْهِ وَرَوَى بَعْضُهُمْ هَذَا الْحَدِيثَ عَنْ الْمُبَارَكِ بْنِ فَضَالَةَ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ الْمُنْكَدِرِ عَنْ جَابِرٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَلَمْ يَذْكُرْ فِيهِ عَنْ عَبْدِ رَبِّهِ بْنِ سَعِيدٍ وَهَذَا أَصَحُّ وَالثَّرْثَارُ هُوَ الْكَثِيرُ الْكَلَامِ وَالْمُتَشَدِّقُ الَّذِي يَتَطَاوَلُ عَلَى النَّاسِ فِي الْكَلَامِ وَيَبْذُو عَلَيْهِمْ

Dari Jabir bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya di antara orang yang paling aku cintai dan yang tempat duduknya lebih dekat kepadaku pada hari kiamat ialah orang yang akhlaknya paling bagus. Dan sesungguhnya orang yang paling aku benci dan paling jauh tempat duduknya dariku pada hari kiamat ialah orang yang paling banyak bicara (kata-kata tidak bermanfaat dan memperolok manusia)." Para shahabat bertanya, "Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling banyak bicara itu?" Nabi menjawab: "Yaitu orang-orang yang sombong." (Hr Tirmidzi)

أَنَّ رَجُلًا قَالَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَوْصِنِي قَالَ لَا تَغْضَبْ فَرَدَّدَ مِرَارًا قَالَ لَا تَغْضَبْ

“Seseorang berkata kepada Rasulullah saw, ‘Nasihati aku!’ Beliau bersabda, ‘Jangan marah!’ beliau mengulang beberapa kali, ‘Jangan marah!” (Bukhari).

حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ وَكِيعٍ حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ بَشِيرٍ وَأَبُو أُسَامَةَ عَنْ مِسْعَرٍ عَنْ زِيَادِ بْنِ عِلَاقَةَ عَنْ عَمِّهِ قَالَ
كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ مُنْكَرَاتِ الْأَخْلَاقِ وَالْأَعْمَالِ وَالْأَهْوَاءِ
قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ وَعَمُّ زِيَادِ بْنِ عِلَاقَةَ هُوَ قُطْبَةُ بْنُ مَالِكٍ صَاحِبُ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mengucapkan: "ALAAHUMMA INNII A'UUDZU BIKA MIN MUNKARAATIL AKHLAAQ WAL A'MAALI WAL AHWAAAI" (Ya Allah! Aku berlindung kepada-Mu dari berbagai kemungkaran akhlak, amal maupun hawa nafsu)." (Hr Turmidzi)

حَدَّثَنَا أَبُو كُرَيْبٍ مُحَمَّدُ بْنُ الْعَلَاءِ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ إِدْرِيسَ حَدَّثَنِي أَبِي عَنْ جَدِّي عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ
سُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ أَكْثَرِ مَا يُدْخِلُ النَّاسَ الْجَنَّةَ فَقَالَ تَقْوَى اللَّهِ وَحُسْنُ الْخُلُقِ وَسُئِلَ عَنْ أَكْثَرِ مَا يُدْخِلُ النَّاسَ النَّارَ فَقَالَ الْفَمُ وَالْفَرْجُ
قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ صَحِيحٌ غَرِيبٌ وَعَبْدُ اللَّهِ بْنُ إِدْرِيسَ هُوَ ابْنُ يَزِيدَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْأَوْدِيُّ

Dari Abu Hurairah ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah ditanya tentang sesuatu yang paling banyak memasukkan seseorang ke dalam surga, maka beliau pun menjawab: "Takwa kepada Allah dan akhlak yang mulia." Dan beliau juga ditanya tentang sesuatu yang paling banyak memasukkan orang ke dalam neraka, maka beliau menjawab: "Mulut dan kemaluan." (Tirmidzi)

حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي عُمَرَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ دِينَارٍ عَنْ ابْنِ أَبِي مُلَيْكَةَ عَنْ يَعْلَى بْنِ مَمْلَكٍ عَنْ أُمِّ الدَّرْدَاءِ عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا شَيْءٌ أَثْقَلُ فِي مِيزَانِ الْمُؤْمِنِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ خُلُقٍ حَسَنٍ وَإِنَّ اللَّهَ لَيُبْغِضُ الْفَاحِشَ الْبَذِيءَ
قَالَ أَبُو عِيسَى وَفِي الْبَاب عَنْ عَائِشَةَ وَأَبِي هُرَيْرَةَ وَأَنَسٍ وَأُسَامَةَ بْنِ شَرِيكٍ وَهَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ

Dari Abu Darda` bahwasanya Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidak sesuatu yang lebih berat dalam timbangan seorang mukmin kelak pada hari kiamat daripada akhlak yang baik. Sesungguhnya Allah amatlah murka terhadap seorang yang keji lagi jahat."(Sunan Tirmidzi)

كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَحْسَنَ النَّاسِ خُلُقاً

“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling baik akhlaknya.”(Bukhori wa Muslim)

Sekian mengenai Kumpulan Hadits Nabi Tentang Akhlak Lengkap. seluruh hadist diatas adalah menunjukkan kemuliaan, keutamaan, manfaat bagi mereka yang berakhlak terpuji. juga menunjukkan kerugian bagi mereka yang memiliki sifat tercela. semoga bermanfaat dan menjadikan kita semakin baik, semakin taat dan semakin dekat dengan ALLAH SWT. wallahu a'lam.

5 Adab Menuntut Ilmu Dalam Islam

Adab Menuntut Ilmu - Sebagai seorang murid yang sedang belajar dan menuntut ilmu terutama ilmu agama, sudah selayaknya kita memperhatikan segala halnya agar sesuai dengan yang diajarkan oleh syariat islam islam. maka dari itu para penuntut ilmu harus mempelajari bagaimana tata cara dalam mencari ilmu yang baik dan benar beserta adab adabnya. hal ini bertujuan agar kita berhasil mendapatkan ilmu yang berkah dan manfaat.

Banyak sekali sebenarnya adab adab yang harus dilakukan seorang murid terutama akhlak didepan gurunya seperti yang diajarkan oleh para ulama salaf. dengan memperhatikan adab dalam menuntut ilmu, insyaallah proses belajar lebih mudah, cepat dalam menghafal dan menguatkan daya ingat. semuanya semata mata karena keberkahan seseorang yang menjaga adab, etika, sikap dan akhlaknya saat belajar.  jadi bisa disimpulkan bahwa kecerdasan bukanlah segalanya.

Baca juga : Kumpulan Hadits Nabi Tentang Akhlak

Untuk itu pada artikel kali ini akan kami sajikan 5 Adab Menuntut Ilmu Dalam Islam yang dipaparkan oleh Al-Habib Zein bin Ibrahim bin Smith. so berikut ulasan lengkapnya . . .

adab menuntut ilmu

Adab Menuntut Ilmu


1. Menyucikan Hati Dari Segala Kotoran


Adab pertama bagi seorang pencari ilmu ialah menyucikan hati dari segala kekotoran-kekotoran yang dimurkai Allah.

Imam Nawawi dalam mukadiman Syarh Al-Muhadzdzab berkata: “Seyogyanya bagi seorang penuntut ilmu menyucikan hatinya dari kotoran-kotoran sehingga ia layak menerima ilmu, menghafal, dan memanfaatkannya”

Imam Abdullah bin Alwi Al-Haddad memberi perumpamaanan yang sungguh indah tentang hati yang kotor. Beliau mengatakan jika seseorang datang dengan membawa sebuah wadah kotor untuk diisi madu di dalamnya, maka orang yang akan membeli madu tersebut pasti akan berkata, “Cucilah terlebih dahulu wadah yang kotor ini, baru kamu isi dengan madu.”

Kata Imam Abdullah, “Dalam masalah dunia saja, wadah yang kotor perlu dibersihkan, maka bagaimana rahsia-rahsia ilmu Allah dapat terwadahi jika diletakkan di dalam hati-hati yang kotor?”

Adab pertama ini merupakan langkah awal bagi para pencari ilmu, tak terkecuali para guru, untuk membersihkan hati dari penyakit-penyakit yang malah menjadi penghalang masuknya ilmu dalam sanubari.

2. Iklhlas Karena ALLAH SWT


Adab kedua adalah ikhlas karana Allah di dalam mencari ilmu. Mencari ilmu harus berangkat dari kebersihan niat dari selain Allah. Niat adalah sumber segala perbuatan selaras dengan sabda Nabi SAW, “Amal perbuatan itu tergantung pada niatnya.”

Di antara niat bagi penuntut ilmu adalah : 

1. Untuk mengharap redha Allah 
2. Menghidupkan syari`at 
3. Mendekatkan diri kepada Allah 
4. Menghilangkan kejahilan dari dirinya mahupun orang lain 
5. Menghidupkan agama dan mengekalkan agama Islam  kepada kebaikan dan mencegah keburukan dari dirinya sendiri atau orang lain, sesuai tahap kemampuan.

3. Rendah Hati dan Melayani Para Ulama


Adab ketiga yang harus ada pada diri penuntut ilmu adalah bersikap rendah hati dan melayani para ulama. Suatu hari, Abdullah bin Abbas membawa tali kuda kendaraan gurunya, Ubay bin Ka`ab. Ia bawa kendaraan gurunya itu. Sang guru bertanya, “Ada apa ini, wahai putra Abbas?” Dijawab, “Demikianlah kami diperintahkan untuk menghormati guru-guru kami.” Abdullah tetap memandu jalannya kendaraan sang guru sampai ke tempat tujuan.

Adab ketiga ini memberi pengertian bahwa pencari ilmu mesti menanggalkan kebanggaan nasab, kedudukan, dan harta yang ia miliki. Ia lepaskan demi terjun secara total meraih ilmu lewat para guru dan ulama.

4. Mengambil Manfaat dan Faedah


Adab Keempat ialah mengambil faedah (manfaat) di mana saja berada. Pencari ilmu mesti melihat, mengamati, dan meraih manfaat dari tiap  langkah hidupnya. Tidaklah berlalu sesaat dari umurnya, kecuali ia isi dengan kemanfaatan.

Abu Al-Bakhtary berkata: “Duduk bersama suatu kaum yang lebih mempunyai ilmu daripada saya, lebih saya sukai tinimbang bersama kaum yang darjat ilmunya di bawah diriku.” Mengapa? Jawabnya, “Karana, jika aku duduk bersama kaum yang derajat pengetahuannya di bawahku, aku tidak bisa mengambil manfaat. Namun jika aku duduk bersama orang-orang yang lebih berilmu dari diri saya ini, aku bisa mengambil manfaat sebanyak-banyaknya.”

Luqman al-Hakim berwasiat kepada anaknya,

يا بني جالس العلماء وزاحمهم بركبتيك فإن الله يحيي القلوب بنور الحكمة كما يحيي الله الأرض الميتة بوابل السماء

Wahai anak kesayanganku, duduklah bersama para ulama', dekatilah mereka dan ambillah ilmu dari mereka. Sesungguhnya Allah menghidupkan hati-hati dengan cahaya Hikmah, sebagaimana Allah menghidupkan tanah yang mati dengan hujan dari langit. (al-Muwatta', Imam Malik)

5. Sederhana Dalam Makan dan Minum


Adab kelima yang disebutkan oleh Habib Zain adalah bersikap sederhana dalam mengambil makanan dan minuman. Makan dan minum adalah kebiasaan siapa sahaja. Manusia makan dan minum untuk hidup. Namun hal demikian tidak lantas menjadi alasan untuk berlebih-lebihan, khususnya bagi pencari ilmu.

Bahkan, seorang ulama bernama Sahnun berkata: “Ilmu tidak akan diperoleh bagi orang yang makan hingga kekenyangan.”

Dalam wasiat penuh hikmah dari Lukman Al-Hakim kepada putranya, ia berkata: “Wahai anakku, jika perut telah terisi penuh pikiran akan tertidur, hikmah akan berhenti mengalir, dan badan akan lumpuh dari beribadah.”

Imam Syafi`i berkata, “Aku tidak pernah merasa kenyang sejak enam belas tahun silam. Karena kekenyangan itu membebani badan, mengeraskan hati, menghilangkan kecerdasan, membuat ngantuk, dan melemahkan orang tersebut dari beribadah.”

Sekian penjelasan mengenai lima adab menuntut ilmu dalam islam menurut Habib Zein bin Smith. jadi bagi mereka yang hendak sukses dan berhasil dalam mencari ilmu, hendaklah mengamalkan dan menjaga adab adab diatas agar ilmu yang didapatkan berkah serta manfaat dunia akhirat. wallahu a'lam.

Teks Bacaan Doa Istighosah dan Terjemahannya

Bacaan Istighosah - Kata istighosah ( استغاثة ) berasal dari kata al-ghouts الغوث yang berarti pertolongan. Maka definisi dan pengertian istighosah secara umum berarti meminta pertolongan terutama dalam keadaan yang susah dan sulit. Istighosah sendiri terdapat  di dalam nushushusy syari'ah atau teks-teks Al-Qur'an atau hadits Nabi Muhammad SAW. diantaranya adalah surat Al Anfal ayat 9 dan Surah Al Ahqaf ayat 17.

Istighosah mungkin hampir sama dengan berdoa, namun konotasinya lebih dari sekedar berdoa karena biasanya yang dimohon dalam acara istighotsah bukanlah hal yang biasa saja. maka dari itu kita lihat biasanya acara acara istighosah dilaksanakan oleh umat islam secara kolektif atau bersama sama dalam sebuah acara pengajian akbar. isi acaranya pun bermacam macam mulai dari pembacaan wirid dan dzikir, istighfar, ayat ayat Al Quran, sholawat kepada Nabi, tahlil hingga bacaan istighasah itu sendiri.

Baca Juga : 5 Adab Menuntut Ilmu Dalam Islam

Dan selanjutnya berikut ini lafadz dan teks bacaan doa istighosah dalam versi tulisan arab lengkap beserta arti/terjemahan bahasa indonesianya. tuntunan istighosah dibawah ini diambil dari dalam buku “Panduan Praktis Istighotsah” oleh Pengurus Pusat Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU). berikut bacaan lengkapnya . . .

bacaan istighosah

Bacaan Istighosah


بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

الفَاتِحَة x1

(Surat Al-Fatihah)

أسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ x3

Saya mohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung

لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إلَّا بِا للهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ x3

Tiada daya untuk menjauhi maksiat kecuali dengan pemeliharaan Allah dan tiada kekuatan untuk melakukan ketaatan kecuali dengan pertolongan Allah

أللَّهُمَّ صَلِّي عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ x3

Ya Allah. Limpahkanlah rahmat dan kemuliaan kepada junjungan kami Nabi Muhammad berserta keluarganya

لَا إلهَ إلَّا أنْتَ سُبْحَانَكَ إنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِيْنَ x40

Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau, Maha Suci Engkau, Sungguh aku termasuk orang-orang yang telah berbuat dzalim

يَا اَللهُ يَا قَدِيْمُ x33

Wahai Allah, wahai Dzat yang ada tanpa permualaan

يَا سَمِيْعُ يَا بَصِيْرُ x33

Wahai Allah, wahai Dzat Yang Maha Mendengar dan Maha Melihat

يَا مُبْدِعُ يَا خَالِقُ x33

Wahai Dzat yang mewujudkan sesuatu dari tidak ada, wahai Dzat Yang Maha Pencipta

يَا حَفِيْظُ يَا نَصِيْرُ يَا وَكِيْلُ ياَ اللهُ x33

Wahai Dzat yang memelihara dari keburukan dan kebinasaan, wahai Dzat Yang Maha Menolong, wahai Dzat yang menjamin rizki para hamba dan mengetahui kesulitan-kesulitan hamba, ya Allah

يا حي يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أسْتَغِيْثُ x33

Wahai Dzat Yang Hidup, yang terus menerus mengurus makhluknya, dengan rahmat-Mu aku memohon pertolongan-MU

يَا لَطِيْفُ x41

Wahai Dzat yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang

أسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ إنَّهُ كَانَ غَفَّارًا x33

Aku mohon ampung kepada Allah Yang Maha Agung, sunggu Allah Dzat Yang Maha Pengampun

أللَّهُمَّ صَلِّي عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ قَدْ ضَاقَتْ حِيْلَتِي أدْرِكْنِي

يَا اَللهُ 
x3

Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan kemuliaan kepada junjungan kami Nabi Muhammad, sungguh telah habis daya dan upayaku maka tolonglah kami, Ya Allah Ya Allah Ya Allah

أللّهُمَّ صَلِّي صَلَاةً كَامِلَةً وَسَلِّمْ سَلَامًا تَامًّا عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدِ الّذِي تَنْحَلُّ بِهِ الْعُقَدُ وَتَنْفَرِجُ بِهِ الْكُرَبُ وَتُقْضَى بِهِ الْحَوَائِجُ وَتُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ وَحُسْنُ الْخَوَاتِمِ وَيُسْتَسْقَى الْغَمَامُ بِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ فِيْ كُلِّ لَمْحَةٍ وَنَفَسٍ بِعَدَدِ كُلِّ مَعْلُوْمٍ لَكَ 
x1

Ya Allah, limpahkanlah shalawat yang sempurna dan curahkanlah salam kesejahteraan yang penuh kepada junjungan kami Nabi Muhammad, yang dengan sebab beliau semua kesulitan dapat terpecahkan, semua kesusahan dapat dilenyapkan, semua keperluan dapat terpenuhi, dan semua yang didambakan serta husnul khatimah dapat diraih, dan berkat dirinya yang mulia hujanpun turun, dan semoga terlimpahkan kepada keluarganya serta para sahabatnya, di setiap detik dan hembusan nafas sebanyak bilangan semua yang diketahui oleh Engkau

يَا بَدِيْعُ x41

Wahai Dzat yang menciptakan makhluk tanpa ada contoh sebelumnya

حَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ x33

Cukup bagi kami Allah, dan Dia sebaik-baik penolong

يس x1

(Surat Yasiin)

اللهُ أكْبَرُ يَا رَبَّنَا وَإلَهَنَا وَسَيِّدَنَا أنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ x3

Allah maha besar maha mulia, Wahai Tuhan kami, sesembahan kami, tuan kami, Engkau-lah penolong kami, menangkan kami atas orang­orang kafir

حَصَّنْتُكُمْ بِالْحَيِّ الْقَيُّوْمِ الَّذِيْ لَا يَمُوْتُ أبَدًا وَدَفَعْتُ عَنْكُمُ السُّوْءَ بِألْفِ ألْفِ ألْفِ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إلَّا بِا للهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ 
x3

Aku mohonkan pemeliharaan untuk kalian kepada Dzat yang maha hidup dan terus menerus mengatur hamba-Nya yang tidak pernah mati selamanya, dan aku tolak dan hindarkan dari kalian segala keburukan dengan sejuta bacaan “La haula wa la quwwata illa billahil aliyyil adzim”

الْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ أنْعَمَ عَلَيْنَا وَهَدَانَا عَلَى دَيْنِ الإسْلَامِ x3

Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kita nikmat dan petunjuk kepada agama Islam

بِسْمِ اللهِ مَاشَاءَ اللهُ لَا يَسُوْقُ الْخَيْرَ إلَّا اللهِ بِسْمِ اللهِ مَاشَاءَ اللهُ لَا يَصْرِفُ السُّوْءَ إلَّا اللهُ بِسْمِ اللهِ مَاشَاءَ اللهُ مَا كَانَ مِنْ نِعْمَةٍ فَمِنَ اللهِ بِسْمِ اللهِ مَاشَاءَ اللهُ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إلَّا بِا للهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ 
x1

Dengan nama Allah yang segala sesuatu terjadi dengan kehendak-Nya, tidak ada yang mendatangkan kebaikan kecuali la. Dengan nama Allah yang segala sesuatu terjadi dengan kehendak-Nya, tidak ada yang menyingkirkan keburukan kecuali la. Dengan nama Allah yang segala sesuatu terjadi dengan kehendak-Nya, tidak ada kenikmatan melainkan dari Allah. Dengan nama Allah yang segala sesuatu terjadi dengan kehendak-Nya, tiada daya untuk berbuat kebaikan kecuali dengan pertolongan Allah dan tiada kekuatan untuk menghindar dari perbuatan maksiat kecuali dengan perlindungan Allah yang maha Mulia dan maha agung

سَألْتُكَ يَا غَفَّارُ عَفْوًا وَتَوْبَةً وَبِالْقَهْرِ يَا قَهَّارُ خُذْ مَنْ تَحَيَّلَا x3

Ya Allah, aku memohon ampunan dan taubat yang diterima kepada-Mu Ya Allah yang maha pengampun, dan dengan kekuatan dan kekuasaan-Mu Wahai Dzat yang maha mengalahkan, tundukkan dan hukumlah orang yang melakukan tipu muslihat dan ingin mencelakai kami

يَا جَبَّارُ يَا قَهَّارُ يَا ذَا الْبَطْشِ الشَّدِيْدِ خُذْ حَقَّنَا وَحَقَّ الْمُسْلِمِيْنَ مِمَّنْ ظَلَمَنَا وَالْمُسْلِمِيْنَ وَتَعَدَّى عَلَيْنَا وَعَلَى الْمُسْلِمِيْنَ 
x3

Wahai Dzat yang maha mengalahkan, maha menundukkan, Dzat yang keras azab-Nya, ambilkan hak-hak kami dan hak-hak umat Islam dari orang-orang yang menzhalimi kami dan menzhalimi umat Islam, yang telah menganiaya kami dan menganiaya umat Islam

الفَاتِحَة x1

(Surat Al-Fatihah)

Sekian artikel tentang Teks Bacaan Doa Istighosah dan Terjemahannya. semoga bermanfaat dan menjadikan kita semua semakin dekat dan dirahmati oleh ALLAH SWT. wallahu a'lam.

Teks Bacaan Doa Pembuka Acara Majelis

Doa Pembuka Acara Majelis - Pada sebuah majelis atau pengajian umat islam baik majelis dzikir/wirid ataupun majelis taklim/ilmu tentunya terdapat urutan dan susunan jalannya acara mulai dari awal hingga akhir. biasanya acara akan diisi dengan pembacaan ayat ayat suci Al-Quran, pembacaan sholawat Nabi, dzikir dan wirid serta tausiyah atau ceramah agama.

Sebuah mejelis juga selalu diawali dengan muqaddimah/pembukaan dan penutup. pembukaan sendiri  biasanya diisi dengan bacaan doa singkat sebagai sebagai tanda dimulainya acara majelis. untuk doanya bisa dengan membaca khutbatul hajah. khutbatul hajah adalah doa dimana Rasulullah SAW senantiasa membacanya di banyak kesempatan. doa ini biasa dibaca saat akan khutbah, ceramah, baik pada pernikahan, muhadharah (ceramah) ataupun pertemuan, mukadimah pidato serta pengajian. dan sunnah ini pun di lanjutkan oleh sahabat-sahabat lainnya.

Doanya terdiri pula dari beberapa ayat ayat Al Quran seperti surat  Ali 'Imran ayat 102, An Nisa ayat 1, dan Al Ahzab ayat 70-71. ayat ayat tersebut telah diamalkan oleh para salaf dan ayat tersebut jugalah yang selalu dibaca khatib saat khutbah jum'at.

Baca Juga : Teks Bacaan Doa Istighosah dan Terjemahannya

Sedangkan untuk doa apa yang sebaiknya dibaca saat awal sebelum memulai majelis atau sebelum ceramah. intinya adalah doa ini dibaca pada awal atau pembukaan sebuah acara keagamaan. langsung saja berikut ini muslim fiqih bagikan contoh lafadz dan teks bacaan doa pembuka acara majelis versi tulisan arab lengkap beserta arti/terjemahan bahasa indonesianya . . .

doa pembuka majelis

Doa Pembuka Acara Majelis

Doa Pembuka Majelis Teks Arab


ﺇِﻥَّ ﺍﻟْﺤَﻤْﺪَ ﻟِﻠَّﻪِ ﻧَﺤْﻤَﺪُﻩُ ﻭَﻧَﺴْﺘَﻌِﻴْﻨُﻪُ ﻭَﻧَﺴْﺘَﻐْﻔِﺮُﻩْ ﻭَﻧَﻌُﻮﺫُ ﺑِﺎﻟﻠﻪِ ﻣِﻦْ ﺷُﺮُﻭْﺭِ ﺃَﻧْﻔُﺴِﻨَﺎ ﻭَﻣِﻦْ ﺳَﻴِّﺌَﺎﺕِ ﺃَﻋْﻤَﺎﻟِﻨَﺎ، ﻣَﻦْ ﻳَﻬْﺪِﻩِ ﺍﻟﻠﻪُ ﻓَﻼَ ﻣُﻀِﻞَّ ﻟَﻪُ ﻭَﻣَﻦْ ﻳُﻀْﻠِﻞْ ﻓَﻼَ ﻫَﺎﺩِﻱَ ﻟَﻪُ. ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥَّ ﻻَ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻻَّ ﺍﻟﻠﻪ ﻭَﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥَّ ﻣُﺤَﻤَّﺪًﺍ ﻋَﺒْﺪُﻩُ ﻭَﺭَﺳُﻮْﻟُﻪُ. ﻳَﺎﺃَﻳُّﻬﺎَ ﺍﻟَّﺬِﻳْﻦَ ﺀَﺍﻣَﻨُﻮﺍ ﺍﺗَّﻘُﻮﺍ ﺍﻟﻠﻪَ ﺣَﻖَّ ﺗُﻘَﺎﺗِﻪِ ﻭَﻻَ ﺗَﻤُﻮْﺗُﻦَّ ﺇِﻻَّ ﻭَﺃَﻧﺘُﻢْ ﻣُّﺴْﻠِﻤُﻮْﻥَ. ﻳَﺎﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟﻨَّﺎﺱُ ﺍﺗَّﻘُﻮْﺍ ﺭَﺑَّﻜُﻢُ ﺍﻟَّﺬِﻱْ ﺧَﻠَﻘَﻜُﻢْ ﻣِّﻦْ ﻧَﻔْﺲٍ ﻭَﺍﺣِﺪَﺓٍ ﻭَﺧَﻠَﻖَ ﻣِﻨْﻬَﺎ ﺯَﻭْﺟَﻬَﺎ ﻭَﺑَﺚَّ ﻣِﻨْﻬُﻤَﺎ ﺭِﺟَﺎﻻً ﻛَﺜِﻴْﺮًﺍ ﻭَﻧِﺴَﺂﺀً ﻭَﺍﺗَّﻘُﻮﺍ ﺍﻟﻠﻪَ ﺍﻟَّﺬِﻱْ ﺗَﺴَﺂﺀَﻟُﻮْﻥَ ﺑِﻪِ ﻭَﺍْﻷَﺭْﺣَﺎﻡَ ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠﻪَ ﻛَﺎﻥَ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﺭَﻗِﻴْﺒًﺎ. ﻳَﺎﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳْﻦَ ﺀَﺍﻣَﻨُﻮﺍ ﺍﺗَّﻘُﻮﺍ ﺍﻟﻠﻪَ ﻭَﻗُﻮْﻟُﻮْﺍ ﻗَﻮْﻻً ﺳَﺪِﻳْﺪًﺍ. ﻳُﺼْﻠِﺢْ ﻟَﻜُﻢْ ﺃَﻋْﻤَﺎﻟَﻜُﻢْ ﻭَﻳَﻐْﻔِﺮْ ﻟَﻜُﻢْ ﺫُﻧُﻮْﺑَﻜُﻢْ ﻭَﻣَﻦْ ﻳُﻄِﻊِ ﺍﻟﻠﻪَ ﻭَﺭَﺳُﻮْﻟَﻪُ ﻓَﻘَﺪْ ﻓَﺎﺯَ ﻓَﻮْﺯًﺍ ﻋَﻈِﻴْﻤًﺎ. ﺃَﻣَّﺎ ﺑَﻌْﺪُ؛ ﻓَﺈِﻥَّ ﺃَﺻْﺪَﻕَ ﺍﻟْﺤَﺪِﻳْﺚِ ﻛِﺘَﺎﺏُ ﺍﻟﻠﻪِ ﻭَﺧَﻴْﺮَ ﺍﻟْﻬَﺪﻱِ ﻫَﺪْﻱُ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ ﺻَﻞَّ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ، ﻭَ ﺷَﺮَّ ﺍﻷُﻣُﻮْﺭِ ﻣُﺤَﺪَﺛَﺎﺗُﻬَﺎ، ﻭَﻛُﻞَّ ﻣُﺤْﺪَﺛَﺔٍ ﺑِﺪْﻋَﺔٌ ﻭَﻛُﻞَّ ﺑِﺪْﻋَﺔٍ ﺿَﻼَﻟﺔٍ ﻭَﻛُﻞَّ ﺿَﻼَﻟَﺔٍ ﻓِﻲ ﺍﻟﻨَّﺎﺭِ

Terjemahan Bahasa Indonesia Doa Pembuka Majelis


Segala puji bagi Allah , kepadaNya kita memuji, mohon pertolongan, mohon ampunan, dan mohon perlindungan dari bahaya diri kita dan buruknya amal-amal perbuatan kita. Barang siapa yang diberi petunjuk Allah ta’ala maka tiada yang dapat menyesatkannya, dan barang siapa yang sesat maka tidak ada yang dapat memberinya petunjuk –kecuali dengan izin Allah-. Dan bahwasanya saya bersaksi tiada ilah yang berhak disembah kecuali Allah ta’ala semata, tiada sekutu bagiNya, dan saya bersaksi bahwasanya Muhammad adalah hamba dan utusanNya.

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertaqwalah kepada Allah dengan sebenar-benarnya taqwa kepadaNya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim.” (QS. Ali imron: 102)

“Wahai manusia! Bertaqwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu (adam), dan (Allah) menciptakan pasangannya (hawa) dari (diri)nya; dan dari keduanya Allah memperkembang-biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Bertaqwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta, dan (peliharalah) hubungan kekeluargaan. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu. “ (QS. An nisa’: 1)

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertaqwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar. Niscaya Allah akan memperbaiki amal-amalmu dan mengampuni dosa-dosamu  dan barangsiapa menaati Allah dan rasulNya maka sungguh dia menang dengan kemenangan yang agung.” (QS. Al ahzab: 70-71)

Sesungguhnya sebenar-benar perkataan adalah kitab Allah (Al qur’an) dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad shallallahu’alaihiwasalam, dan seburuk-buruk perkara (dalam urusan agama) adalah yang diada-adakan, dan semua yang diada-adakan itu adalah bid’ah, dan semua bid’ah itu sesat, dan semua kesesatan tempatnya di neraka.

Sekian mengenai Teks Bacaan Doa Pembuka Acara Majelis kali ini. doa diatas sangat cocok sebagai kalimat dan kata pembuka sebuah acara pengajian karena memang sunnah yang diajarkan oleh Nabi SAW dan merupakan yang paling umum, doanya pun cukup pendek dan ringkas. so, semoga bermanfaat bagi kita semua. wallahu a'lam.

Artikel Pilihan