Teks Bacaan Sholawat Dzolimin Daf'ul Bala'

Sholawat Dzolimin - Salah satu shalawat yang memiliki banyak sekali khasiat dan manfaat khususnya bagi agama islam adalah sholawat dzolimin atau biasa disebut dengan sholawat daf'ul bala'. shalawat ini memiliki banyak sekali keutamaan salah satunya adalah menolak bala', melemahkan musuh musuh islam dan membuat mereka kocar kacir.

Serta agar kita umat islam selalu dalam lindungan ALLAH SWT dan terhindar dari segala bentuk kejahatan dan kedholiman mereka. sholawat ini adalah salah satu shalawat yang diajarkan oleh para ulama salaf kita.

Sholawat dzalimin ini dinisbahkan kepada ulama besar Sayyidina al-Imam al-Habib Ahmad bin Umar al-Hinduan Ba'alawiy Radhiyallahu Anhu. Shalawat ini beliau catatkan dalam sebuah kitab yang beliau namakan al-Kawakib al-Mudhi’ah Fi Dzikr al-Shalah Ala Khair al-Bariyyah. syair dan bacaan sholawat daful balak ini juga populer di nusantara dan sering dibaca di masjid masjid dan musholla serta saat acara istighosah.

Dan langsung saja berikut ini lafadz dan teks bacaan sholawat dzolimin daf'ul bala' karya Habib Ahmad bin Umar Al Hinduan dalam versi tulisan arab dan latin lengkap beserta arti/terjemahan bahasa indonesianya . . .

sholawat dzolimin daful balak

Sholawat Dzolimin Daf'ul Balak


Shalawat Dzolimin Teks Arab


اللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَأَشْغِلِ الظَّالِمِينَ بِالظَّالِمِينَ

وَأَخْرِجْنَا مِنْ بَيْنِهِمْ سَالِمِينَ وَعلَى الِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِين

Shalawat Dzalimin Tulisan Latin


Allahumma sholli ala Sayyidina Muhammad, wa asyghiliz dholimin min dholimin, wa akhrijna min bayni min saalimin, wa ala’alihi wa sahbihi ajma’in

Arti Bahasa Indonesia Sholawat Dzolimin 


Ya Allah, berikanlah shalawat kepada pemimpin kami Nabi Muhammad, dan sibukkanlah orang-orang zhalim agar mendapat kejahatan dari orang zhalim lainnya, selamatkanlah kami dari kejahatan mereka. Dan berilanlah shalawat kepada seluruh keluarga dan para sahabat beliau.

Sekian mengenai teks dan bacaan sholawat Dzalimin atau Daf'ul Bala' kali ini. semoga bermanfaat dan menjadikan agama islam selalu terjaga dari kedzoliman musuh musuhnya. wallahu a'lam.

Teks Bacaan Sholawat Nuril Anwar dan Khasiatnya

Sholawat Nuril Anwar - Artikel kali ini akan membahas mengenai shalawat nuril anwar atau biasa disebut dengan shalawat badawiyah sughro karya Syeikh Ahmad Al Badawi. beliau adalah ulama besar dan wali qutub pada zamannya. tak diragukan lagi ketinggian ilmunya serta telah diakui diseluruh dunia bahkan hingga saat ini. Syaikh Ahmad Al-Badawiy sendiri nasabnya bersambung kepada Rasulullah SAW.

Ia telah menciptakan banyak sekali karya terutama bacaan sholawat dan salah satunya adalah sholawat nuril anwar ini. sebuah sholawat yang luar biasa yang sudah populer dimana-mana.

Lafadz shalawat ini pendek dan tidaklah panjang, namun khasiat dan manfaatnya sangatlah besar. kita tahu bahwa shalawat itu sendiri merupakan sebuah kebaikan dengan ganjaran pahala yang besar.

Dan khusus sholawat nuril anwar ini, dikatakan beberapa keutamaan bagi yang membaca dan mengamalkannya adalah jika dibaca setiap selesai shalat fardhu, maka akan terhindar dari segala marabahaya dan memperoleh rizki dengan mudah.

Jika dibaca 7 kali sebelum tidur, Insyaallah akan terhindar dari sihir yang dilakukan orang jahat serta jika dibaca 100 kali sehari semalam, akan memperoleh cahaya Ilahi, menolak bencana dan mendapat rizki lahir batin. luar biasa besar bukan khasiat yang didapatkan.

Baca Juga : Sholawat Dzolimin Daf'ul Bala'

So, langsung saja berikut ini lafadz/lirik teks bacaan sholawat nuril anwar dalam versi tulisan arab dan latin lengkap beserta arti/terjemahan bahasa indonesianya . . .

sholawat nuril anwar

Teks Bacaan Sholawat Nuril Anwar


Sholawat Nuril Anwar Tulisan Arab


اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى نُوْرِ اْلاَنْوَارِ وَسِرِّ اْلاَسْرَارِ وَتِرْيَاقِ اْلاَغْيَارِ وَمِفتَاحِ بَابِ الْيَسَارِ سَيِّدِنَا وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدِ نِالْمُخْتَارِ وَالِهِ اْلاَطْهَرِ وَاَصْحَابِهِ اْلاَخْيَارِ عَدَدَ نِعَمِ اللهِ وَاِفضَالِهِ

Sholawat Nuril Anwar Teks Latin


Allahumma shalli 'alaa nuuril anwaar.Wasirril asraari watiryaaqil aghyaar.Wamiftaahi baabil yasaari sayyidinaa wamaulaana Muhammadinil mukhtaar.wa aalihil ath-haari wa ash-haabihil akhyaar.‘Adada ni’amillaahi wa ifdhaalih.

Terjemahan Bahasa Indonesia Sholawat Nuril Anwar


“Ya Allah, limpahkanlah shalawat atas cahaya di antara segala cahaya, rahasia di antara segala rahasia, penawar duka dan pembuka pintu kemudahan, Sayyidina Muhammad manusia pilihan, juga kepada keluarganya yang suci dan sahabatnya yang baik, sebanyak jumlah kenikmatan Allah dan karuniaNya.”

Itu tadi Teks Bacaan Sholawat Nuril Anwar dan Khasiatnya karangan Syaikh Ahmad Albadawi. semoga bermanfaat dan membuat kita semakin gemar bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW. wallahu a'lam.

Rukun-Rukun Mandi Wajib dan Penjelasannya

Rukun Mandi Wajib - Mandi wajib adalah salah satu aktifitas yang masuk dalam BAB thaharah atau bersuci dalam islam yang wajib diketahui oleh kaum muslimin. mandi wajib sendiri bertujuan untuk membersihkan dan menghilangkan hadast besar. baik pria maupun wanita wajib hukumnya untuk melaksanakan mandi wajib jika mereka dalam keadaan berhadast besar.

Tata cara mandi wajib sendiri telah diatur dalam islam, mulai dari sebab sebab melakukan mandi, syarat sahnya, sunnah sunnahnya, hingga yang akan kita bahas kali ini yaitu fardhu dan rukun rukun mandi wajib/mandi besar. rukun mandi wajib sendiri hanya ada 2 saja sehingga proses dan tata cara mandi wajib/mandi junub tidaklah susah. namun alangkah baiknya dan lebih afdhol jika kita tetap menjaga sunnah sunnahnya seperti membaca basmallah dan berwudhu sebelum mandi, mengulang basuhan/siraman sebanyak tiga kali dan seterusnya.

Baca Juga : Teks Bacaan Sholawat Nuril Anwar dan Khasiatnya

Dan untuk lebih jelasnya, ini dia Rukun-Rukun Mandi Wajib yang baik dan benar lengkap beserta Penjelasannya. perlu diketahui tidak sah mandi wajib dalam rangka menghilangkan hadast besar jika seorang muslim tidak mengerjakan 2 rukun/fardhu dibawah ini . . .

rukun mandi wajib

Rukun Mandi Wajib


1. Niat


Yaitu berniat dan bermaksud menghilangkan hadast besar dan niat dilakukan pada awal/pertama kali membasuh atau menyiram anggota tubuh. Adapun lafadz bacaan niatnya adalah sebagai berikut :

نَوَيْتُ الْغَسْلَ لِرَفْعِ الحَْدَثِ الأَكْبَرِ فَرْضًا لله تَعَالَى

Teks Latin : Nawaitul ghusla lirof’il hadatsil akbari fardhon lillaahi ta’aalaa.

Artinya : Saya berniat mandi (wajib) untuk mengangkat hadats besar, fardhu karena Allah ta’ala.

2. Meratakan Air ke Seluruh Bagian Tubuh


Yakni mengalirkan air dan meratakannya ke seluruh anggota tubuh dan badan dengan sempurna yakni mulai ujung rambut hingga ujung kaki serta menyingkirkan segala penghalang pada kulit yang dapat menghalangi sampainya air hingga air menyeluruh ke seluruh tubuh. Jangan sampai ada sesuatu yang dapat menghalangi sampainya air pada kulit semisal kotoran yang ada di bawah kuku, cat dan lain sebagainya.

Sekian artikel mengenai BAB Rukun-Rukun Mandi Wajib dan Penjelasannya lengkap. dengan hanya menjalankan dua rukun dan fardhu diatas maka proses mandi besar/mandi junub anda telah selesai dan sah menurut syariat islam. wallahu a'lam.

Sebab-Sebab Mandi Wajib dan Penjelasannya

Sebab-Sebab Mandi Wajib - Islam mewajibkan kita untuk melakukan thaharah atau bersuci jika sedang dalam keadaan berhadast. hadast sendiri ada hadats kecil dan besar. cara untuk hadast kecil kita bisa menghilangkannya dengan berwudhu, sedangkan tata cara menghilangkan hadast besar adalah dengan mandi. dan hukum mandi bagi seorang muslim yang berhadast besar adalah wajib.

Mandi wajib sendiri oleh masyarakat umat islam biasa disebut mandi besar atau mandi junub. sama seperti kegiatan thoharoh/bersuci lainnya, mandi wajib juga memiliki tata cara yang telah siatur oleh syariat islam seperti fardhu/rukun-rukunnya, syarat sahnya, sunnah-sunnahnya, hingga hal hal atau sebab yang mewajibkan seseorang melaksanakan mandi wajib itu sendiri. dan kal ini akan fokus kita bahas mengena apa saja sebenarnya perkara dan sebab sebab yang mengharuskan muslim baik pria maupun wanitauntuk mandi wajib/mandi besar.

So, berikut ini 5 keadaan dan Sebab-Sebab Mandi Wajib dan Penjelasannya secara lengkap yang menjadi alasan bagi kita untuk harus melakukan mandi wajib/mandi junub. semuanya akan dibahas secara detail beserta penjelasan lengkapnya dibawah ini . . .

sebab sebab mandi wajib

Sebab Sebab Mandi Wajib


1. Karena Keluarnya Air Mani


Keluarnya air mani baik dari seorang laki-laki maupun perempuan, baik dengan sengaja seperti berhubungan badan/berjima', masturbasi/onani, dan lain-lain, atau tidak seperti jika keluarnya karena ihtilam (mimpi basah) dan lain-lain, baik sedikit keluarnya atau banyak.

Maka jika sudah keluar air mani itu dari zakar seorang pria atau sampai keluar dari bibir kemaluan seorang perempuan yang masih perawan atau jika sudah keluar ke batas kemaluan yang wajib dicebok ketika istinja’ (yang tampak dari kemaluan seorang wanita ketika jongkok) jika dia adalah seorang perempuan yang sudah tidak perawan, maka wajib atas mereka mandi untuk mengangkat hadats besarnya itu.

2. Karena Bertemunya Dua Kemaluan


Yakni bertemunya dua kemaluan pria dan wanita, jadi jika batas tersebut sudah masuk ke dalam kemaluan baik kemaluan seorang wanita atau dubur dari seorang pria maupun perempuan, maka wajib atas keduanya untuk mandi, bahkan walaupun kemaluan pria itu dimasukkan ke kemaluan seekor binatang na’udzu billah, maka wajib mandi atas laki-laki itu, baik hal itu dilakukan dengan sengaja atau tidak, sebentar atau lama, maka hal itu telah mewajibkan mandi baik yang memasukkan atau yang dimasukkan ke kemaluannya wajib atas keduanya mandi.

3. Karena Suci Dari Haid dan Nifas


Jika seorang wanita sudah suci dari haid maupun nifasnya, maka wajib mandi atas keduanya. sedangkan cara mengetahui seorang wanita telah suci atau belum dari haid atau nifasnya adalah dengan cara memasukkan sesuatu yang berwarna putih baik kapas, kain, tissue, dan lain-lain, ke dalam kemaluannya bagian bawah yaitu tempat masuknya zakar.

Jika dia dapati kain atau kapas itu dalam keadaan putih bersih seperti jika sesuatu tersebut dicampur dengan ludah berarti dia sudah suci dari haid atau nifasnya dan jika tidak karena masih ada warna keruh kuning dan lain-lain, berarti belum suci.

4. Karena Melahirkan


Diantara sebab-sebab seseorang wajib mandi adalah karena melahirkan, baik melahirkan anak sempurna atau keguguran walaupun hanya segumpal darah, baik dengan proses kelahiran biasa atau dengan cara operasi cesar, maka wajib atas wanita yang mengalaminya untuk mandi setelahnya, itupun jika setelah proses kelahiran tidak bersambung dengan keluarnya darah nifas. Dan jika bersambung dengan keluarnya darah nifas maka mandinya dijadikan satu dengan mandi suci dan nifas nanti.

5. Karena Kematian


Jika ada seorang muslim yang meninggal dunia bukan seorang yang mati syahid dunia akhirat dan juga bukan anak yang dilahirkan karena keguguran, maka wajib secara fardlu kifayah atas kaum muslimin yang mengetahuinya untuk memandikannya sebelum disholati dan dikuburkan.

Itu tadi artikel tentang Sebab-Sebab Mandi Wajib dan Penjelasannya. jika kita berada dalam situasi dan keadaan dari salah satu yang tersebut diatas, maka wajib dan harus bagi kita untuk segera bersuci dengan cara melakukan mandi wajib agar kita suci dari hadast besar. semoga kita semua selalu dijadikan muslim yang senantiasa menjaga kesucian dan bersih. wallahu a'lam.

Macam-Macam Air Untuk Bersuci Dalam Fiqih Islam

Macam Macam Air - Kita sebagai seorang muslim wajib hukumnya untuk mengetahui segala hal tentang thaharah atau bersuci. thaharah berhubungan langsung dengan berbagai ibadah kita seperti sholat misalnya. jika thoharohnya tidak sah, maka shalat kita pun tidak sah. thaharah sendiri secara umum adalah suatu pekerjaan yang bertujuan untuk menghiangkan najis dan hadast yang ada pada tubuh badan dan pakaian. salah satu contoh pekerjaan thaharah adalah berwudhu, mandi dan istinja'.

Dan salah satu hal penting pula dalam proses bersuci adalah media yang kita gunakan yaitu air. jadi air yang kita gunakan untuk bersuci bukanlah air sembarangan karena setiap bentuk dan jenis air yang ada memiliki hukum yang berbeda beda dalam agama islam. islam sendiri mengklasifikasikan pembagian air kedalam beberapa macam jenis. ada air yang mensucikan, air suci yang tidak mensucikan, air makruh hingga air yang najis untuk digunakan. air dalam islam sendiri dibagi menjadi 4 macam bagian yang semuanya akan kita bahas pada kesempatan kali ini secara detail dan lengkap.

Baca Juga : Sebab-Sebab Mandi Wajib dan Penjelasannya

So, berikut ini daftar jenis dan Macam-Macam Air Untuk Bersuci Dalam Fiqih Islam lengkap beserta contohnya. dan semua hukum air yang ada tidak mungkin terlepas dari salah satu dari 4 pembagian dibawah ini . . .

macam macam air

1. Air Suci Yang Mensucikan (Air Mutlak)


Pertama ada air yang suci dan dapat mensucikan (air mutlak/air tohur). Yang termasuk kategori air mutlak ini adalah setiap air yang tidak ada sifatnya sama sekali, Sekiranya kita tanyakan kepada seseorang, Benda apakah yang ada digelas itu ? misalnya, maka mereka akan menjawab “air”. Atau ada sifatnya, tetapi tidak mengikat, misalnya air sumur, maka sifat sumur itu tidak mengikat. Bukankah jika air tersebut kita pindah ke bak mandi menjadi air bak mandi, atau kita letakkan digentong menjadi air gentong. Atau kita alirkan ke sungai menjadi air sungai. Air macam Ini juga dikatakan air mutlak. Lain halnya seperti air kelapa, dimanapun kita letakkan air kelapa tersebut, orang akan selalu mengatakan bahwa air tersebut adalah air kelapa. Maka hukum air tersebut suci dan boleh dikonsumsi, tapi tidak dapat digunakan untuk thaharah karena air itu terikat dengan sifat yang melekat. 

2. Air Suci Tapi Tidak Mensucikan


Air suci yang tidak bisa mensucikan ini terbagi menjadi dua macam, berikut ini penjelasannya :

1) Air Musta'mal

Air musta’mal adalah air yang bekas digunakan untuk thaharah yang wajib seperti mandi dan wudhu’ wajib, akan tetapi air itu tidak dihukumi air musta’mal kecuali jika memenuhi syarat-syarat berikut ini :

a) Air itu adalah air yang sedikit, yaitu air yang kurang dari dua qullah (216 liter). Jika air tersebut dua qullah atau lebih, maka tidak akan menjadi air musta’mal walaupun digunakan berulang-ulang untuk thaharah.

b) Air itu digunakan untuk toharoh yang wajib. Lain halnya jika air tersebut digunakan untuk taharah yang sunnah, seperti wudhu tajdid (memperbaharui wudhu), mandi sunnah, dan lain-lain. Maka Jika air bekasnya ditampung lalu digunakan lagi untuk thaharah tidak apa-apa, karena air itu tidak dihukumi air musta’mal.

c) Air tersebut sudah terpisah dari anggota badan. Lain halnya jika air itu masih mengalir di anggota badan, maka belum dihukumi air musta’mal, hingga air itu terpisah dari badannya.

d) Ketika menggunakan air tersebut tidak berniat ightirof. Lain halnya jika berniat igthirof, yaitu berniat mengambil air itu dari tempatnya untuk digunakan diluar tempat tersebut, Maka air yang tersisa ditempat tersebut tidak menjadi musta’mal. Dan jika tidak berniat ightiraf, begitu kita memasukkan tangan untuk mengambil air ditempat itu setelah basuhan pertama tentunya langsung menjadi air musta’mal.

2) Air Mutlak Yang Berubah Sifatnya

Sedangkan macam kedua dari air yang dihukumi suci tetapi tidak dapat digunakan untuk bersuci (thaharah) adalah air mutlak yang berubah salah satu sifatnya atau semuanya (bau, warna dan rasanya). misalnya air itu berubah dikarenakan bercampur dengan sesuatu yang suci, seperti air teh, kopi, sirup dan lain-lain. Maka hukumnya suci dapat dikonsumsi, tetapi tidak dapat digunakan untuk thaharah. Sama hukumnya seperti air musta’mal asalkan air itu memenuhi syarat-syarat berikut ini :

a) Berubahnya air itu dengan sesuatu yang suci, lain halnya jika berubahnya karena sesuatu yang najis, maka air itu dihukumi najis.

b) Berubahnya dengan perubahan yang banyak sekiranya tidak lagi dinamakan air, seperti air teh, kopi, dan lain-lain. Lain halnya jika perubahannya sedikit, agak keruh, dan lain-lain akan tetapi nama air masih melekat pada air itu, maka tidak berubah hukum asalnya yaitu suci dan dapat digunakan untuk bersuci / thoharoh.

c) Berubahnya air itu dengan sesuatu yang mukholit yaitu sesuatu yang tidak dapat dipisahkan dari air tersebut atau tidak dapat dibedakan dengan pandangan mata mana yang air dan mana sesuatu yang merubahnya tersebut seperti air kopi, maka kita tidak dapat membedakan mana air dan mana kopinya dan tidak dapat dipisahkan antara air dan kopinya setelah keduanya sudah menyatu.

d) Menjaga air itu dari sesuatu yang dapat merubah sifat air tersebut adalah pekerjaan yang mudah. Lain halnya jika menjaga air tersebut supaya tidak tercampur dengan sesuatu itu sulit untuk dilaku-kan, maka hukum air tersebut tetap tidak berubah, yaitu suci dan dapat digunakan untuk bersuci, seperti air yang bercampur dengan lumut, atau tanah di sungai, dan lain-lain.

3. Air Suci Tapi Makruh Digunakan


Ada beberapa macam air yang jika kita gunakan untuk thaharah makruh hukumnya, akan tetapi sah thaharahnya karena air tersebut memang suci sebanrnya, macam macam dan jenis airnya seperti dibawah ini :

1) Air yang sangat panas, karena ditakutkan orang yang menggunakannya tidak akan menyempurnakan wudhu nya.

2) Air yang sangat dingin, karena juga ditakutkan orang yang menggunakannya tidak menyempurnakan wudhu’nya.

3) Air yang berada ditempat tempat yang pernah diturunkan Adzab oleh Allah di tempat itu. Karena ditakutkan ada Adzab susulan dan juga karena semua hal yang ada ditempat tersebut akan membawa keapesan (tidak ada keberkahan).

4) Air yang panas karena sengatan matahari. Adapun sebab makruhya menggunakan air tersebut, karena dari bejana yang terkena sengatan matahari itu akan mengeluarkan dzat yang akan menyebabkan orang yang menggunakannya akan terkena penyakit lepra. Akan tetapi tidak makruh menggunakan air yang panas karena sengatan matahari kecuali jika memenuhi syarat-syarat dibawah ini :

a) Air itu sudah terasa panas dengan sengatan matahari. Lain halnya jika belum panas, misalnya baru hangat kuku, maka tidak makruh menggunakannya.

b) Air itu digunakan disaat masih panas. Lain halnya jika air tersebut digunakan setelah menjadi dingin, maka hukumnya tidak makruh menggunakannya.

c) Air itu digunakan untuk orang yang hidup. Dan harom jika digunakan untuk orang yang sudah mati jika hal itu menyakitkan.

d) Air itu ditampung oleh bejana yang dapat dipatri/ las, seperti besi, tembaga dan timah. Dikecualikan bejana yang terbuat dari emas dan perak, karena tidak akan mengeluarkan zat yang membahayakan kulit manusia, akan tetapi hukumnya harom dari segi menggunakan tempat yang terbuat dari emas dan perak. Lain halnya jika bejana yang menampung air itu terbuat dari tanah liat, beling, plastik, dan lain-lain maka tidak makruh hukum menggunakannya.

e) Air tersebut digunakan pada musim panas. Lain halnya jika digunakan pada musim dingin, maka tidak makruh menggunakannya walaupun air itu masih panas.

f) Air itu digunakan untuk badan. Lain halnya jika air tersebut digunakan untuk mencuci baju, maka tidak makruh.

g) Air itu terkena panas matahari disuatu kota yang panas. Lain halnya jika berada dikota yang tidak panas, maka tidak makruh.

h) Orang yang menggunakannya tidak takut akan terjadi penyakit pada dirinya. Lain halnya jika dia yakin kalau menggunakan air itu akan terkena penyakit lepra, maka hukumnya menjadi harom menggunakannya.

i) Air tersebut bukan satu-satunya yang dia punya. Lain halnya jika tidak ada air lagi selain air tersebut, maka hukumnya wajib menggunakannya untuk thaharahnya (bersuci) dan tidak boleh bertayammum karenanya. 

4. Air Najis (Air Mutanajis)


Adapun macam air yang ketiga adalah air yang terkena benda najis dan dinamakan air mutanajis. Sedangkan hukum dari air tersebut diperinci sebagai berikut:

Jika air itu sedikit (kurang dari dua qullah / 216 liter) lalu kejatuhan benda najis, maka hukum air tersebut menjadi najis walaupun tidak berubah sifatnya (bau, warna maupun rasanya).

Dan jika air itu banyak (dua qullah atau lebih) lalu kejatuhan najis, maka air itu tidak dihukumi najis, kecuali jika berubah salah satu sifatnya (warna, bau ataupun rasanya).

Itu tadi penjelasan mengenai jenis dan Macam-Macam Air Untuk Bersuci Dalam Hukum Fiqih Islam. semoga bermanfaat dan menjadikan kita semakin mengerti akan klasifikasi pembagian air dalam islam supaya proses bersuci kita menjadi lebih baik dan sempurna. wallahu a'lam.

Artikel Pilihan